Selama 6 tahun karir sebagai pelatih tim football, Grant Taylor tidak
pernah memenangkan sebuah musim kompetisi. Kepercayaan diri pelatih ini
tergerogoti. Apalagi setelah pemain terbaik di timnya pindah ke sekolah
lain agar dapat bergabung ke tim football yang lebih bagus. Setelah
kalah di tiga pertandingan pertama di musim kompetisi, pelatih Taylor
mengetahui bahwa sekelompok orangtua murid sedang mendiskusikan agar
pelatih ini dipecat. Ditambah lagi tekanan dari kondisi keuangan pribadi
yang parah, Pelatih Taylor benar-benar kehilangan harapan dalam
mengatasi perasaan takut dan kegagalan yang dialaminya.
Kejadian aneh yang terjadi dalam hidup Pelatih
Taylor tiba-tiba membantu dia untuk menemukan tujuan / purpose yang
lebih besar daripada sekedar menang dalam pertandingan. Perjalanan
spiritual yang terjadi dalam dirinya dan keberanian untuk percaya dengan
Tuhan membuatnya mampu membuat semangat baru di tim nya. Yang pada
akhirnya membuahkan keberhasilan di dalam dan di luar lapangan football.
Satu hal yang menjadi dasar keberhasilan pelatih Grant Taylor, yaitu Campur tangan Tuhan, dan hati yang selalu bersyukur dalam suka maupun duka.
Kekalahan yang dialaminya adalah cara Tuhan untuk menunjukkan kebesarannya dan agar kita selalu bersyukur kepada Tuhan.
Dalam Faching The Giants tim yang dibimbing oleh Grant Taylor mengalami kemenangan hingga membawa timnya masuk final, namun dalam pertandingan itu mereka mengalami kekalahan.
Disini saya terkesan dengan ucapan ketua tim, "Dalam suka kita memuji Tuhan, dalam duka kita memuji Tuhan". Walaupun mereka mengalami kekalahan tapi mereka tetap memuji Tuhan dan menjadikan tim itu semangat kembali. Pada akhir kisah mujizat terjadi, tim mereka dinyatakan menang karena tim lawan curang.
Begitu juga dalam kehidupan kita, kita harus selalu bersyukur dalam suka maupun duka sekaligus, dan biarkan Tuhan campur tangan dalam pergumulan kita. Mujizat pasti terjadi.
"Cobaan-cobaan yang besar yang telah dilihat oleh matamu sendiri, tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang besar itu." (Ulangan 29 : 3)
ada lagi pembelajaran dari Faching The Giants
Tidak ada komentar:
Posting Komentar