Senin, 15 Oktober 2012

Macam-macam Lampu

Sejenak coba kita mengingat lampu-lampu yang pernah kita lihat sebelumnya. lampu yang menyala terang memberikan penerangan waktu gelap bahkan sebelum gelap datang. Lampu yang memberkan kebahagiaan diwaktu malam, memberikan cukup cahaya untuk melihat dalam kegelapan.

Mungkin kita terpikirkan oleh lampu rumah yang seketika menyala ketika kita tekan tombol saklar, atau mungkin kita teringat akan lampu jalanan yang perlu sedikit waktu untuk menjadi terang setelah kita tekan saklarnya. atau mungkin yang ada di kepala kita adalah lampu stadion yang butuh waktu yang lama untuk bisa menyala dalam kegelapan.

Setelah membaca sekilas diatas mungkin sudah banayak yang tau kearah mana pembicaraan kali ini.
Ya, 3 lampu diatas bisa kita artikan dengan permintaan kita kepada Tuhan, seperti yang kita tahu bahwa Tuhan selalu menjawab doa kita yang adalah anak Allah, dengan hati dan sikap yang benar, tidak mustahil Tuhan mengabulkan segala permohonan kita.

Mewakili Permintaan kita kepada Tuhan 3 lampu itu mengungkapkan bagaimana Tuhan menjawab doa-doa kita :

Lampu rumah adalah yang paling sederhana, ada permintaan yang saat itu juga Tuhan menyediakan.

Ada juga Lampu jalan, yang membutuhkan waktu dan kesabaran untuk kita dapat terang, begitu juga permintaan kita, Tuhan ingin agar kita sabar dalam pengharapan dalam Dia, Tuhan tidak langsung memberi apa yang kita minta, tetapi Tuhan mengharapkan kita untuk sabar.

Yang terakhir selayaknya Lampu stadion yang begitu lama untuk menyala. Tidak hanya samapai lampu jalanan, Tuhan terkadang juga meminta kita untuk sabaaar, lebih sabar dari sebelumnya, Tuhan ingin tahu "Masihkah kamu mengarapkan sesuatu dalam Aku?" Seperti kisah Abraham yang menantikan janji Tuhan yang akan memberikan keturunan kepadanya. begitu juga Hanna yang mengharapkan anak hingga lanjut usianya.

Tetapi ingat, Tuhan selalu menjawab doa kita sekalian, selama itu benar dihadapan-Nya. Akhir kisah, Abrahampun memiliki keturunan sebanyak bintang dilangit, dan Hanna juga melahirkan seorang anak, Samuel.

Jadi sepanjang apa penantian kita, Tuhan hanya ingin kita berusaha dan bersabar agar semua itu mendatangkan syukur dan kemuliaan bagi-Nya.

Ingat juga, jangan sampai kita menjadi Lampu yang mati, tidak ada iman dan pengharapan, jika demikian Tuhan tidak akan mengabulkan apa yang menjadi keinginan kita.

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Roma 12 : 12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar